Marshmallow, Obati Galau??

Galau? Bingung bagaimana meningkatkan mood yang lagi kacau? Ini dia salah satu produk confectionary yang dapat mengobati rasa kegalauan.Marshmallow. Sekarang-sekarang ini, galau menjadi trending topic disetiap perbincangan.

Galeri IPP 2011

Industrialisasi Pangan Pedesaan 2011

Review: Industrialisasi Pangan Pedesaan 2011

JURUSAN Teknologi Industri Pangan mengadakan acara yang bernama Industrialisasi Pangan Pedesaan(IPP). Acara IPP yang diketuai oleh Adam Kuncoro Prakoso ini bertujuan untuk terciptanya masyarakat yang mandiri dengan usahanya yang dilandasi inovasi dan strategi pasar yang baik dan tepat.

Kakao dan Coklat

Narasumber: Rossi Indiarto, STP., MP. Indonesia merupakan produsen nomer 3 penghasil biji kakao setelah Pantai Gading dan Ghana, yang sebagian besar terdapat di Sulawesi. Menurut Rossi, prospek confectionary di Indonesia sangat bagus sekali khususnya kakao.

Report ISO 22000:2005

Pada tanggal 12-13 November 2011 bertempat di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat, Himpunan Teknologi Industri Pangan mengadakan training untuk para mahasiswa untuk lebih siap di dunia kerjanya nanti.

Kamis, April 28, 2011

Healthier Pizza : Food Chemists Slice Up Healthier Pizza

July 1, 2007 — Food chemists have shown that making a pizza crust with whole wheat flour and cooking it longer releases more antioxidants. These chronic disease-fighting compounds increased by 82 percent when baked at a higher temperature, by 60 percent when baked twice as long and doubled when the dough was left to rise an extra day.

But no matter how much you love pizza, the tomato sauce on top does not mean you're getting your veggies for the day. In fact, it's usually unhealthy. Now, a new way to make pizza actually increases antioxidants which could help prevent cancer and heart disease from forming.

"The key important factor is that it's made with whole wheat flour," Marla Luther, a University of Maryland graduate student studying food sciences, says. Food chemists found that baking pizza longer, at higher temperatures gives the dough time to release more antioxidants, the nutrients in our bodies that help fight chronic disease. "The whole wheat flour is higher in antioxidants than just regular all purpose flour, and it's those antioxidants that we studied," Margaret Smitka, a registered dietician, says.

Antioxidants increased by as much as 60 percent when baked longer and as much as 82 percent when cooked in a hotter oven. Letting the dough rise for two days doubled the dough's antioxidant levels. "The important message is ... the little things you do at home may make your diet better," says Liangli Lu, Ph.D., a food chemist from the University of Maryland.

Taste testers confirmed this new baking style recipe is an easy way to cook up a great tasting pizza at home just by making a few simple changes in the kitchen. "As a general consensus, people really enjoyed this as a homemade pizza product," Smitka says.

BACKGROUND: A team of food chemists at the University of Maryland has discovered how to boost the antioxidant content of pizza dough by optimizing baking and fermentation methods. Diets rich in antioxidants are thought to reduce the risk of cancer and heart disease. Making popular foods healthier using the tools of chemistry could have a significant impact on public health.

ABOUT THE STUDY: The Maryland study is part of an ongoing effort to discover and develop new technologies that enhance the levels of natural antioxidants in grain-based food ingredients such as whole wheat flour. Pizza dough is one of the most popular wheat-based food products in the US. Pizza bakers have known for some time that longer baking times and higher temperatures can enhance the flavor of pizza. The new study shows that these intense baking conditions may also boost antioxidant levels in dough, especially whole wheat varieties. That's great news for fans of deep-dish, Chicago-style pizza, whose longer baking time and thicker crust could have the potential to deliver higher levels of antioxidants in comparison to other pizza styles.

WHAT THEY DID: The researchers exposed whole grain pizza dough from two different varieties of wheat to different baking temperatures, ranging from 400 to 500 degrees, and also to different baking times: from 7 to 14 minutes. A number of tests were used to measure changes in the crusts' antioxidant properties. They found that longer baking times or higher temperatures generally corresponded to higher levels of antioxidants. In fact, antioxidant levels increased by as much as 60% during longer baking times, and 82% during higher baking temperatures, depending on the type of wheat flour and antioxidant test being used. The researchers believe that the antioxidant boosting effect used in the study will be less obvious in pizza dough made with refined flour, because the bran and endosperm -- where the antioxidants are found -- have largely been removed. The exact mechanisms that could account for the increase are not yet known.

WHAT ARE ANTIOXIDANTS? Antioxidants are nutritional substances -- vitamins, minerals, and enzymes -- that can counteract the damaging, but normal, effects of oxidation in animal tissue. They block the oxidation process by neutralizing free radicals: chemically active atoms that grab electrons from the body, thereby damaging cells, proteins and DNA. The same process causes oils to go rancid and peeled apples to turn brown. Antioxidants may play a role in preventing diseases such as cancer, heart disease, stroke, Alzheimer's, and rheumatoid arthritis. However, consuming mega-doses of antioxidants can be harmful, causing diarrhea, bleeding, and the risk of toxic reactions.

Rabu, April 27, 2011

UNDANGAN LDK SPEKTA

Assalamualaikum wr wb. POK HIMATIPAN 2011 ingin mengundang akang teteh untuk dapat hadir pada acara LDK SPEKTA 2011 pada tanggal 7 Mei 2011 di Gedung Baru FTIP. Inti acaranya kita membantu akang teteh 2011 dalam membuat konsep acara dan menyempurnakan visi dan misi mereka pada SPEKTA 2011 serta memberikan kritik dan saran biar SPEKTA lebiih baguus lagi, hayooo akang teteh pada dataang yaaah biar SPEKTA 2011 ini berjalan lancar dan sukses sesuai dengan keiinginan kita.. amiinn.. ditunggu yaaaah..tiada kesan tanpa kehadiran akang teteh.hehehe :D makasih.. :)

Selasa, April 26, 2011

BAHAYA JAJANAN ANAK DI PASARAN

Anak-anak terutama anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa. Tumbuh berkembangnya anak usia sekolah yang optimal tergantung pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar. Dalam masa tumbuh kembang tersebut, pemberian nutrisi atau asupan makanan pada anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna.

Pada umumnya kebiasaan yang sering menjadi masalah adalah kebiasaan makan jajanan disekitar sekolah. Makanan jajanan yang dijual oleh pedagang kaki lima menurut FAO didefinisikan sebagai makanan dan minuman yang dipersiapkan dan dijual oleh pedagang kaki lima dijalanan dan di tempat-tempat keramaian umum lain yang langsung dimakan atau dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Makanan jajanan di pasaran menyumbang asupan energi bagi anak sekolah sebanyak 36%, protein 29%, dan zat besi 52%. Oleh karena itu, makanan jajanan kaki lima mempunyai peranan yang penting pada pertumbuhan dan prestasi belajar anak. Menurut penelitian BPOM ditemukan hampir separo atau 44% jajanan anak di pasaran tidak sehat dan banyak mengandung zat aditif.

Jajanan kaki lima ini berasal dari industri rumah tangga yang pembuatannya dilakukan oleh ibu rumah tangga bukan profesional, sehingga keamanan jajanan tersebut baik dari segi mikrobiologis maupun kimiawi masih dipertanyakan. Cemaran kimiawi yang umum ditemukan pada makanan jajanan kaki lima adalah penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) illegal seperti borax (pengempal yang mengandung logam berat Boron), formalin (pengawet yang digunakan untuk mayat), rhodamin B (pewarna merah pada tekstil), dan methanol yellow (pewarna kuning pada tekstil). Bahan-bahan ini dapat terakumulasi pada tubuh manusia dan bersifat karsinogenik yang dalam jangka panjang menyebabkan penyakit-penyakit seperti kanker dan tumor pada organ tubuh manusia. Selain itu, reaksi simpang pada makanan tersebut dapat memengaruhi fungsi otak termasuk gangguan perilaku pada anak sekolah. Gangguan perilaku tersebut seperti gangguan tidur, gangguan konsentrasi, gangguan emosi, hiperaktif, dan memperberat gejala pada penderita autism.

Untuk pencegahan, hal ini harus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat karena penggunaan BTP ini berbahaya untuk di konsumsi. Hal ini dikarenakan risiko kesehatan yang ditimbulkan akibat jajanan yang tidak aman dan tidak bermutu berdampak jangka panjang terhadap pembentukan generasi bangsa yang lebih baik. Apalagi diketahui bahwa terdapat 40 - 44% jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi standard kesehatan.

Sabtu, April 16, 2011

UNDER CONSTRUCTION

Sorry this web still under construction

Kamis, April 14, 2011

RAKER HIMA TIPAN 2011-2012

hari/tanggal : sabtu-minggu/15-16 April 2011 tempat : gedung 4 be there! built and prepare for our organization

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More